BERASURANSI TERINSPIRASI OPERASI

Tidak ada peraturan yang mengharuskan perusahaan untuk menyertakan karyawanya untuk ikut program asuransi kecuali Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang merupakan anjuran wajib dari pemerintah .Alhasil terdapat beberapa model berbeda dari perusahaan dalam memberikan fasilitas kesehatan kepada karyawanya.

Jenis fasilitas kesehatan yang digunakan pada tempat saya bekerja adalah jenis reimburse atau penggantian biaya kesehatan setelah karyawan melakukan klaim ke perusahaan dengan besaran yang didasarkan pada plafon yang ditetapkan dengan acuan jabatan (grade) karyawan.Padahal sakit tidak memandang seorang itu punya jabatan tinggi atau rendah.

Seperti banyak orang lain,pada awalnya saya kurang tertarik dengan asuransi,bahkan dapat dibilang “alergi” .Hanya asuransi pendidikan dan pensiun yang saya respon dengan baik,karena penting untuk anak-anak dan masa tua.Sampai sebuah kejadian yang menimpa teman satu bagian ,telah membuat persepsi saya berubah total.

Kejadian itu bermula dari sebuah telepon tengah malam yang saya terima dari teman saya.”Ton,aku besok ga bisa masuk kerja .Anakku masuk rumah sakit malam ini.Tolong gantiin ya,”ujar teman saya dengan nada sedih.Tempat kami bekerja memang menggunakan model shift karena merupakan perusahaan bidang jasa penyiaran televisi nasional yang beroperasi selama 24 jam.Saya merupakan atasanya maka harus siap menggantikan kerjaanya.”Ya.tidak apa-apa.Urus dulu anakmu,”jawab saya waktu itu.

Selang satu hari kemudian saya mencoba menghubungi teman saya lagi.”Gimana anakmu?”tanya saya.”Belum sadar,nafasnya sering tersengal-sengal dan agak membiru diujung jari-jarinya.Kata dokter ada kelainan jantung,maka disuruh menunggu beberapa waktu dulu untuk keputusanya.Perlu dioperasi atau tidak,”akat teman saya lirih.Saya tersentak .Terbayang biaya yang tidak sedikit untuk melakukan operasi jantung

Keesokan harinya saya mendapat kabar bahwa operasi harus dilakukan.Jaminan sebesar Rp.7 juta telah diberikan ke rumah sakit oleh teman saya.Uang tesebut diperolehnya dari hasil menjual motor.

Pada awalnya operasi berjalan lancar ,namun empat hari pasca operasi takdir bicara lain.Anak teman saya meninggal dunia.Situasi semakin membuat pilu ketika teman saya juga harus dihadapkan pada tagihan Rumah sakit saat akan mengambil jenazah anaknya.Tagihan tersebut mencapai Rp.70 juta untuk perawatan intensif selama hampir satu minggu dirumah sakit ditambah biaya operasi jantung.

Dia meminta saya untuk mengusahakan pinjaman dari kantor,karena jika tidak ia terpaksa menjual rumahnya.Sebagai atasanya,saya berusaha menghadapi jajaran yang kebih tinggi diperusahaan,mulai dari HRD hingga Direksi.Akhirnya pinjaman diberikan sebagai bentuk kebijaksanaan dari perusahaan bukan peraturan.Sayangnya dia tetap harus menanggung pinjaman secara utuh sebanyak Rp.63 juta dengan mencicil sebesar Rp.1 juta flat selama 60 kali atau lima tahun lebih.Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

KESADARAN BERASURANSI

Peristiwa yang menimpa teman saya menjadi bahan renungan saya dan istri.Uang atau aset dapat ludes seketika bila tertimpa sesuatu kejadian yang mungkin tidak pernah diduga sebelumnya jika tidak memiliki perlindungan berupa asuransi.Maka saya segera mengajak istri saya berdiskusi untuk mengambil asuransi jiwa bagi kami berduia dan anak-anak kami.”Sisihkan pengeluaran yang tidak perlu dan kurangi saving uang tunai,untuk membayar premi asuransi.”kataku yang langsung disetujui oleh istri.

Setelah membandingkan beberapa asuransi,pilihan kami tertuju pada perusahaan asuransi yang bonafide dan memberikan persiapan masa depan berupa investasi.Akhirnya kami memilih polis asuransi syariah dari PT.Prudential Life Assurance yang kami rasa sesuai dengan kriteria-kriteria polis asuransi yang kami inginkan,yaitu PRUlink syariah Rupiah Equity Fund.Sebuah produk asuransi dari Prudential yang cukup membayar sepuluh tahun tapi dapat manfaat sampai bertahun-tahun bahkan sampai usia lanjut.

About onespirit129
Agen pemasaran asuransi Prudential

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: