Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Mengelola keuangan rumah tangga. (Foto: Getty Images)
Mengelola keuangan rumah tangga.

RUMAH tangga yang di dalamnya ada suami, istri, dan anak-anak, merupakan unit keuangan yang terkecil.

Pada dasarnya, mengelola keuangan rumah tangga sama seperti mengelola keuangan di perusahaan.

Umumnya saat awal menikah, sering terjadi kesulitan mengatur keuangan rumah tangga, yang berakibat terjadi deficit cash flow pada akhir bulan. Hal ini disebabkan pengelolaan keuangan belum tertata dengan baik dan belum ada perencanaan secara komprehensif.

Buat perencaaan setahun ke depan

Pertama kali buatlah rencana anggaran bulanan selama satu tahun ke depan. Perencanaan dipisahkan antara sumber dana (aliran dana masuk, bisa berasal dari gaji, pendapatan lain-lain dari mengajar, menulis, dan lainnya) serta penggunaan dana.

Pada perencanaan tersebut cantumkan rencana yang akan dilakukan sepanjang tahun. Pisahkan antara biaya operasional, biaya pengembangan, biaya sosialisasi, serta biaya tak terduga.

Biaya operasional adalah biaya yang benar-benar harus dikeluarkan setiap bulannya tanpa bisa ditunda seperti: biaya listrik, air, biaya sekolah, transport, dan biaya kebutuhan bahan pokok.

Biaya pengembangan adalah biaya untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi dan karier anggota keluarga seperti: biaya les computer, les bahasa Inggris, les piano, biaya untuk kuliah lanjutan, dan lainnya.

Biaya ini masih bisa ditunda atau dikurangi, apabila keuangan kita terbatas. Biaya sosialisasi, antara lain; sumbangan jika teman menikah, ada yang meninggal, atau arisan. Biaya ini bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan, dan apabila keuangan terbatas pilih mengikuti arisan hanya untuk yang penting saja.

Biaya cadangan diperlukan untuk menutup kebutuhan tak terduga. Seringkali keuangan kita terbatas, sehingga pos ini sering tidak ada dananya. Pembagian pos-pos tadi bisa dibuat menggunakan amplop terpisah.

Bila memungkinkan dapat menggunakan rekening tabungan Bank. Bagaimana dengan kartu kredit? Kartu kredit bermanfaat sebagai pengganti uang tunai, sebaiknya penggunaan kartu kredit bermanfaat sebagai pengganti uang tunai, sebaiknya penggunaan kartu kredit disesuaikan dengan rencana anggaran. Dengan demikian tak terjadi kesulitan karena penggunaan kartu kredit yang berlebihan.

Pisahkan sumber dana dan penggunaan dana

* Sumber dana

Darimana saja sumber dana akan diperoleh, apakah ada sumber dana lain selain gaji? Sebaiknya anggaran didasarkan atas sumber dana yang sudah pasti, sehingga jika ada tambahan pendapatan di luar rencana, bisa dimasukkan pada dana cadangan, yang nantinya bisa digunakan untuk investasi.

* Penggunaan dana

Memonitor secara ketat penggunaan dana sangat penting. Dan yang perlu dipahami adalah bedakan antara penggunaan untuk jangka panjang dan untuk jangka pendek. Sebagai contoh, untuk biaya operasional bulanan, dapat menggunakan dana jangka pendek yang berasal dari gaji bulanan.

Namun jika ingin membeli sesuatu yang akan digunakan untuk jangka panjang, seperti mesin cuci, kulkas, televisi, furnitur, kendaraan, dan rumah, harus menggunakan dana jangka panjang.

Jika berupa pinjaman, upayakan pinjaman juga berupa pinjaman jangka panjang, sehingga bisa diangsur setiap bulan dan dimasukkan dalam rencana Anggaran yang disusun. Hitung berapa angsuran perbulannya, apakah tidak akan mengganggu cash flow bulanan? Buat perkiraan account (neraca keuangan) sederhana serta cash flow-nya

Untuk mengetahui posisi kekayaan kita, buat perkiraan neraca keuangan. Dari neraca keuangan kita akan mengetahui berapa harta (aktiva) yang terdiri dari: aktiva lancar (uang tunai dan dana di rekening bank yang dengan mudah dapat dicairkan), aktiva tetap (perabotan, kendaraan, rumah), serta aktiva lain-lain (di luar aktiva lancar dan aktiva tetap).

Kemudian kita hitung berapa total hutang, pisahkan hutang jangka pendek (diangsur bulanan) dan hutang jangka panjang. Selanjutnya kita bisa menghitung bahwa modal sendiri adalah total aktiva (aktiva lanca+aktiva tetap+aktiva lain-lain) dikurangi dengan total hutang.

Cash flow perlu dibuat untuk mengetahui aliran uang masuk dan uang yang diperkirakan akan keluar. Dengan membuat cash flow bulanan, maka diharapkan mengurangi terjadinya kejutan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

Dengan membuat perencanaan, yang kemudian dituangkan dalam cash flow yang disusun bulanan, untuk satu tahun ke depan, kita dapat menganalisis apakah pengelolaan keuangan kita wajar apa tidak. Sebaiknya cash flow didiskusikan antara suami dan istri, sehingga keduanya sepakat untuk melakukan sesuai rencana yang ditulis.

sumber : http://lifestyle.okezone.com

About onespirit129
Agen pemasaran asuransi Prudential

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: